Cara Merawat Luka Bakar yang Baik dan Benar

Luka bakar merupakan salah satu tipe luka yang mungkin sudah lazim bagi setiap orang karena pasti hampir setiap orang pernah mengalami luka semacam ini. Luka tersebut akan terasa menyakitkan jika kondisinya cukup buruk ataupun jenis luka yang ringan saja. Sebenarnya untuk tipe luka bakar ringan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pertolongan medis yang serius. Untuk anda yang ingin mengetahui cara membalut luka bakar yang baik dan benar, berikut ini akan Kami paparkan tips yang tepat sesuai dengan anjuran ahli kesehatan agar luka bakar anda cepat hilang atau sembuh. 

Cara Membalut Luka Bakar
 1.       Ketahui terlebih dahulu apakah luka bakar yang anda rasakan adalah jenis luka bakar derajat satu atau bukan. Luka bakar derajat satu ini merupakan luka yang paling lazim dan disebabkan oleh terkena air maupun uap panas ringan serta matahari. Kerusakan yang biasanya terjadi terletak pada permukaan kulit saja yang tampak kemerahan, rasa sakit yang sedikit dan sedikit membengkak. Pertolongan pertama pada luka ini bisa dilakukan di rumah saja tanpa memerlukan perawatan medis yang serius.
 
2.       Bagi anda yang terkena luka bakar derajat dua, yang memiliki ciri pecah – pecah rasa sakit yang lebih kuat dan kulit menggelembung baik karena kontak dengan benda yang sangat panas atau kontak berkepanjangan dengan sinar matahari. Untuk perawatannya, pertama anda bersihkan terlebih dahulu menggunakan salep antibakteri. Setelah itu anda lindungi dengan plester dari Hansaplast yang juga bisa dipadukan dengan penggunaan perban.
 
3.       Luka bakar terakhir adalah jenis luka bakar derajat tiga yang merupakan jenis luka bakar paling serius dan membutuhkan pertolongan medis segera. Luka bakar ini terjadi saat kulit terpapar benda panas hingga menembus ketiga lapisannya, bahkan tidak sedikit yang menyebabkan kerusakan pada otot, tulang dan juga lemak. Pada derajat tiga ini, biasanya cirinya ialah kulit akan terlihat meliut dan berwarna putih atau hitam. Rasa sakit pada pasien bisa beragam tergantung pada tingkat kerusakan saraf di lapisan kulit (reseptor nyeri).
Blogger
Disqus

No comments