Penyebab Sablonan Kaos Sendiri Cepat Rusak

Sablon Kaos
Kaos, Foto : Custom.co.id

Jika anda pernah membuat sablon kaos lalu hasil sablonannya rontok setelah dicuci. Atau sekarang lagi membuat sablon kaos kemudian diseterika, direndam dan diangkat ternyata menemukan fakta mengecewakan, sablon kaosnya pecah-pecah atau bengkak-bengkak semua sablonannya seperti ada air dalam sablonannya atau yang agak mendingan tinta sablonan terkelupas sebagian?

Perlu kita ketahui terlebih dahulu bahwa jenis tinta sablon kaos yang kita pakai hingga sablonan rontok, hancur, dan pecah-pecah itu adalah jenis tinta sablon kaos water based atau tinta sablon kaos solvent based ?. Membuat sablon kaos antara tinta water based dengan membuat sablon kaos tinta solvent based memiliki perbedaan.
Biasanya kebanyakan hasil sablonan kaos menjadi rontok atau pecah-pecah atau hancur dikarenakan finishing yang tidak sempurna, Ini berlaku untuk tinta water based maupun tinta solvent based.
 
Penggunaan sablon kaos dengan tinta water based dalam melakukan finishing harus menggunakan mesin hotpress atau bisa juga diakali dengan diganti menggunakan setrikaan atau gosokan baju. Sedangkan untuk tinta sablon kaos solvent based atau yang lebih dikenal plastisol, dalam melakukan finishingnya harus menggunakan mesin curing.
 
Sebagai perumpamaan jika kita sudah membuat sablon kaos dengan tinta water based lalu sudah dikeringkan kemudian sudah juga diseterika atau di hotpress  lalu hasil sablonannya kok tetap saja rontok atau pecah-pecah, berarti kemungkinannya ada 3 (tiga) hal yaitu:
 
1.    Waktu yang di butuhkan untuk hotpress / seterikanya tidak tepat dan tidak sesuai aturan yang dikeluarkan dari pabrik yang membuat tinta sablon kaos tersebut sehingga hasil sablonan tidak sempurna yang pada akhirnya hasil sablonan bisa rontok, pecah-pecah, dan sebagainya. Setiap merk mempunyai aturan sendiri-sendiri, misalnya jika kita menggunakan tinta sablon kaos merk Matsui Mono Bright Rubber, hasil sablonan yang telah kering harus di hotpress / seterika gosokan dengan suhu 170°C dengan lama waktu 60 detik atau jika menggunakan mesin curing harus di Cure dengan suhu 130°C selama 3 menit tapi dibagi menjadi 6 tahap, satu tahap 30 detik sebanyak 6 kali, kalo tidak dibagi 6 kali, langsung saja dalam 3 menit, yang ada kaos sablonan bisa gosong alias hangus terbakar, beda lagi caranya jika menggunakan tinta sablon untuk sablon bahan jeans / bahan jersey kaos bola / bahan lainnya.
 
2.    Tinta sablon kaos waterbased yang dipakai tidak cocok dengan bahan kain. Sudah pasti bahan kain dipasaran itu jenisnya banyak, ada bahan cotton combed, bahan polyester, bahan TC, bahan strech (bahan yang buat celana renang), bahan jeans, bahan satin, bahan kain lainnya. Oleh karena itu jika salah menggunakan tinta sablon maka hasilnya pun bisa tidak sempurna karena tinta sablon yang tidak cocok dengan bahan kain tidak akan menempel atau meresap ke kaosnya sehingga bisa juga membuat rontok / pecah-pecah / dll.
 
3.    Tinta sablon kaos yang dipakai kualitasnya tidak bagus alias jelek atau buruk.
Blogger
Disqus

No comments